Sosial

Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Karang Taruna Lombok Tengah Sepakat Jaga Keamanan dan Kenyamanan

3
×

Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Karang Taruna Lombok Tengah Sepakat Jaga Keamanan dan Kenyamanan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan diskusi Kopdar (Kopi Darat) Karang Taruna Kabupaten Lombok Tengah di Talk Coffee, Praya, pada Sabtu (30/8/2025).

LOMBOK TENGAH – Kegiatan diskusi Kopdar (Kopi Darat) Karang Taruna Kabupaten Lombok Tengah berlangsung dengan penuh semangat di Talk Coffee, Praya, pada Sabtu (30/8/2025).

Diskusi ini mengangkat tema besar yang berkaitan dengan kesiapan Kabupaten Lombok Tengah dalam menyambut ajang MotoGP 2025 yang akan diselenggarakan di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober mendatang.

Tema diskusi kali ini adalah: “Bersatu Jaga Keamanan dan Sukseskan MotoGP 2025 Bersama Karang Taruna Kabupaten Lombok Tengah untuk Memajukan Pariwisata NTB: Pemuda Bergerak, MotoGP Melesat, Indonesia Maju!”

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber terkemuka, yakni Iptu Lalu Brata Kusnadi, Kasi Humas Polres Lombok Tengah, Lalu Sungkul, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Herdan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Tengah.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti dengan Himne Karang Taruna Indonesia (KTI) sebelum masuk ke sesi penyampaian materi dari masing-masing narasumber.

Menjaga Keamanan Bersama Polda NTB

Dalam sambutannya, Iptu Lalu Brata, Kasi Humas Polres Lombok Tengah, menekankan pentingnya meningkatkan keamanan dan kenyamanan untuk mendukung suksesnya MotoGP 2025.

“Bukan hal yang baru soal penyelenggaraan MotoGP di Indonesia, oleh karena itu kita perlu meningkatkan keamanan dan kenyamanan para wisatawan,” ungkapnya.

Lalu Brata menjelaskan bahwa untuk menjaga keamanan selama perhelatan MotoGP,  Polda NTB bersama Polres Lombok Tengah akan melibatkan lebih dari 800 personel.

“Kami telah melakukan persiapan secara maksimal, kegiatan MotoGP ini langsung dikomandoi oleh Polda NTB,” tambahnya.

Selain itu, dukungan dari dinas terkait seperti Badan Keamanan Desa (BKD) dan Dishub juga sangat penting untuk menciptakan situasi yang kondusif.

Meskipun tugas utama menjaga keamanan ada di tangan aparat kepolisian, Brata juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara polisi dan masyarakat.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan, ini adalah kerja sama yang tidak hanya melibatkan aparat tetapi juga masyarakat,” ujarnya.

Dukungan Dinas Perhubungan

Di sisi lain, Lalu Hrdan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Tengah, menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta Karang Taruna dalam memfasilitasi diskusi ini.

“Kami sangat menghargai diskusi ini karena merupakan wujud kecintaan kita terhadap daerah,” kata Mardan.

Mardan menyoroti pentingnya kelancaran arus lalu lintas yang menjadi salah satu perhatian utama bagi Dinas Perhubungan.

Ia menjelaskan, selama MotoGP sebelumnya, tidak ada hambatan kemacetan yang serius.

“Kami sudah melakukan skenario arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan, dan sudah ada perbaikan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU),” ujarnya.

Pihaknya terus melakukan evaluasi setiap tahunnya untuk kelancaran perhelatan MotoGP, khususnya pada lampu penerangan jalan yang berada di Bypass Bandara hingga venue balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika.

“Kami berharap pemerintah pusat bisa lebih mendukung kami dalam hal pemeliharaan fasilitas penerangan jalan,” ungkapnya.

Pariwisata Lombok Tengah Semakin Berkembang

Lalu Sungkul, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, menambahkan bahwa pariwisata Lombok Tengah telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan adanya perhelatan MotoGP.

“Lombok Tengah memiliki 3.800 kamar hotel yang tersebar di wilayah seperti Torok Aikbelek, Kecamatan Praya Barat Daya, hingga Tunak Pujut,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama tiga bulan terakhir, permintaan kamar hotel telah melebihi kapasitas.

“Jumlah tamu sudah over booking, ini sebuah berkah bagi kita semua,” ujarnya. Sungkul menyadari bahwa keamanan adalah faktor utama yang dapat mendukung kelancaran sektor pariwisata.

“Keamanan sangat penting, karena tanpa keamanan yang terjamin, tidak akan ada wisatawan yang datang,” tambahnya.

Selain itu, Sungkul juga menyoroti dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat sekitar, seperti peningkatan pendapatan bagi pengusaha lokal, sopir truk, dan pelaku usaha lainnya.

“Satu pelancong yang datang akan menghabiskan sekitar satu juta rupiah per hari. Ini jelas berdampak positif bagi ekonomi lokal,” ujarnya.

Usai diskusi, Saddam Husen, Ketua Karang Taruna Lombok Tengah, menyampaikan dukungannya terhadap ajang MotoGP yang akan datang.

“Kami yang mewakili pemuda di Lombok Tengah sangat mendukung event MotoGP karena ini adalah kegiatan internasional yang baik untuk kemajuan wilayah kita,” ujar Saddam.

Saddam juga mengingatkan pentingnya persiapan dari semua pihak, terutama terkait fasilitas dan keamanan. “Kami berharap pemerintah daerah segera memaksimalkan fasilitas yang dibutuhkan, seperti penerangan jalan, dan memastikan keamanan di sekitar hotel-hotel serta area publik lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Saddam menegaskan komitmen Karang Taruna untuk berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban selama event MotoGP.

“Kami siap membantu dalam bentuk apapun, baik itu untuk mendukung keamanan maupun memastikan kenyamanan masyarakat dan tamu yang datang,” tambahnya.

Diskusi diakhiri dengan ikrar bersama untuk mendukung kesuksesan MotoGP Mandalika pada 3-5 Oktober 2025. Semua pihak yang hadir sepakat untuk bekerja sama demi menciptakan acara yang aman, nyaman, dan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *